IKATAN PENGUSAHA KONVEKSI BERKARYA (IPKB)
Bandung – 1 Oktober 2026
Selamat dan Sukses atas Diangkatnya Bapak Sarmuji sebagai Menteri Perindustrian Republik Indonesia
Kami, keluarga besar IKM Konveksi yang jumlahnya 4,45 Juta unit atau 99,79% dari total industri di Indonesia (Data BPS 2024) dan menyerap 13,06 Juta tenaga kerja (Sakernas Feb 2026), mengucapkan selamat atas amanah baru ini.
Terima kasih kepada Menteri sebelumnya, Bapak Agus Gumiwang Kartasasmita:
Kami pelaku IKM sangat merasakan program-program baik di era Bapak Agus:
Fokus melindungi IKM lewat program Wirausaha Baru Industri (WUB) hingga Halmahera
Meluncurkan Mentor Hub & Smart Sentra - konsultasi gratis untuk IKM (29 mentor, 5 PTN)
Mendorong fasilitasi Sertifikasi Halal Gratis untuk IKM
Komitmen menjaga pasar domestik dari gempuran impor
Program-program ini sangat baik dan perlu dilanjutkan.
Harapan Kami kepada Kementerian Baru di Bawah Bapak Sarmuji:
Sebagai pelaku usaha kecil di lapangan, kami tidak butuh gedung baru, kami butuh yang memahami IKM di gang-gang.
Berdasarkan data dan bukti lapangan (Majalaya, Kopo, Cibaduyut, Laweyan, Pekalongan), ini 6 harapan kami:
1. Lebih Memperhatikan Hilir, Bukan Hanya Hulu
Data: Hulu padat modal (1 pabrik Rp 2 T serap 300 orang), Hilir IKM padat karya (4,43 Juta unit serap puluhan juta orang termasuk informal). Selama ini insentif PPN, tax holiday, Danantara Rp 101 T lari ke hulu. Harapan kami: 30% alokasi untuk hilir - Toko Bahan Baku Murah di sentra IKM, subsidi mesin jahit.
2. Regulasi Berjenjang (Tiering Regulation)
Jangan pukul rata. IKM beda dengan pabrik besar.
Pabrik besar: wajib PKWTT, wajib di kawasan
IKM kecil/maklon (60% dari IKM): boleh sistem harian lepas/borongan, boleh usaha di rumah tinggal, wajib halal di brand owner bukan di tukang jahitnya.
Data: 56,7 Juta UMKM baru 3,51% punya laporan keuangan. Bagaimana mau PKWTT?
3. Fokus Jadikan TPT Raja di Negeri Sendiri Dulu
Sebelum bicara ekspor US$ 12 Miliar, selamatkan dulu pasar domestik.
Berantas tuntas baju bekas ilegal yang dijual 10-19x lebih murah (rugi negara Rp 1 T)
Tertibkan kain kiloan impor bulk
Utilitas IKM 30-40% bukan karena tidak laku, tapi karena pasar direbut barang ilegal.
4. Hidupkan Sentra Lama, Jangan Hanya Bangun Kawasan Baru
Jangan bangun kawasan baru terus. SDM sudah ada di Soreang, Majalaya, Kopo, Cibaduyut, Laweyan Solo, Pekalongan. Yang mereka butuh: IPAL Komunal untuk dyeing, bukan gedung baru.
5. Kurikulum IKM Harus Dibuat oleh Pelaku IKM
Skill penjahit IKM itu whole garment (bikin satuan), bukan pecah proses ala pabrik. 1 penjahit bisa 20 model setahun, order 50 pcs pun diterima. Kurikulum BLK hari ini kurikulum pabrik. Buat kurikulum IKM: 3 hari jadi 1 baju, 1 jam grading S-M-L-XL.
6. IPKB Siap Jadi Bapak Asuh
BPS catat 4,45 Juta IKM formal. Realita lapangan 20-30 Juta informal tidak tercatat NIB. Pemerintah tidak bisa mendata yang di gang-gang. Kami bisa. Beri mandat IPKB untuk fasilitasi NIB gratis, halal klaster, BPJS harian.
Harapan baru untuk TPT Nasional. Dengan kementerian baru, kami bermimpi TPT bisa menjadi raja di negeri sendiri. Lindungi pekerja dengan cara melindungi tempat kerjanya: yaitu IKM-nya.
Selamat bertugas, Pak Menteri.
Hormat kami,
Nandi Herdiaman
Ketua Umum IPKB – Ikatan Pengusaha Konveksi Berkarya