Bandung, 4 Oktober 2026 – Ikatan Pengusaha Konveksi Berkarya (IPKB) mengungkapkan fakta mengejutkan setelah pelantikan Menteri Perindustrian RI Bapak Muhammad Sarmuji: Pemerintah selama ini hanya memiliki kurikulum untuk pabrik besar garmen, belum memiliki kurikulum khusus untuk IKM konveksi yang padat karya.
"Data kami cek: Kemenperin punya Diklat 3-in-1 Operator Jahit Garmen, Kemnaker punya Program Pelatihan Berbasis Kompetensi berbasis SKKNI Nomor 90/2010, 177/2020, 305/2015. Semua itu adalah kurikulum pabrik. Tujuannya untuk penempatan kerja di PT, sistem pecah proses, 1 orang 1 mesin, lockstitch 20 JP, obras 30 JP, durasi 1 bulan 240 JP, order 1.000-10.000 pcs per 1 model," ujar Nandi Herdiaman, Ketua Umum IPKB.
Padahal, lanjut Nandi, 99,79% industri Indonesia adalah IKM. Data BPS 2024: 4,45 Juta unit IKM formal menyerap 13,06 Juta tenaga kerja (Sakernas Feb 2026). Realita lapangan: 20-30 Juta informal tidak tercatat NIB karena ada di gang-gang Majalaya, Kopo, Soreang, Cibaduyut, Laweyan Solo, Pekalongan.
"Karakter IKM beda total. IKM itu padat karya. Order 50 pcs diterima, 1 tahun 20-30 model ganti, sistem whole garment: 1 orang 1 baju jadi dalam 3 hari. Bukan 1 orang jahit kerah saja. IKM 60% adalah maklon tanpa merek, usaha di rumah tinggal gang. Tidak mungkin dipaksa kurikulum pabrik.
"Kurikulum pabrik mencetak sertifikat BNSP Operator Garmen, siap jadi buruh pabrik. Kurikulum IKM IPKB mencetak Sertifikat Tukang Jahit Satuan IKM, siap buka usaha dan langsung serap 2-3 tenaga kerja per gang. Itu yang dimaksud Pak Menteri Sarmuji: industri harus jadi daya ungkit atau leverage pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja, prioritas padat karya tekstil dan sepatu. Leverage itu ada di IKM, bukan di pabrik besar," ujar Nandi.
IPKB memohon kepada Menperin Bapak M Sarmuji yang baru dilantik 1 Oktober 2026 untuk menerbitkan SK kerjasama Penunjukan IPKB sebagai Bapak Asuh Kurikulum IKM Konveksi dan menerapkan regulasi berjenjang (tiering regulation).
"Selama ini negara menyiapkan SDM untuk jadi buruh pabrik, padahal 99,79% industri adalah IKM. Sudah seharusnya pemerintah punya kurikulum untuk IKM padat karya, bukan hanya untuk pabrik besar garmen. Kami tunggu aksi pembenahan satu per satu seperti janji Pak Menteri," tutup Nandi.
Data BPS:
4,45 Juta IKM (99,79% total industri) - BPS 2024
611.220 unit KBLI 14 Pakaian Jadi
13,06 Juta tenaga kerja IKM - Sakernas Feb 2026
56,7 Juta UMKM baru 3,51% punya laporan keuangan (2023)
Nandi Herdiaman
Ketua Umum IPKB