Dari Sentra Konveksi ke Layar...
Dari Sentra Konveksi ke Layar Ponsel: E-Commerce Mendigitalkan Fesyen Indonesia

Dari Sentra Konveksi ke Layar Ponsel: E-Commerce Mendigitalkan Fesyen Indonesia

Digitalisasi e-commerce membuka peluang baru bagi industri fesyen Indonesia, khususnya penjahit dan IKM konveksi, untuk menjangkau konsumen secara langsung. IPKB mendorong pemanfaatan marketplace, live streaming, dan sistem pre-order agar pelaku usaha dapat meningkatkan daya saing, menjaga modal, dan mengurangi risiko stok. Kolaborasi digital juga berpotensi menciptakan wirausaha baru serta lapangan kerja di Jawa Barat, sekaligus memperkuat pilihan konsumen terhadap produk buatan Indonesia.

Andi Rohandi
Andi Rohandi
Penulis
08 Oct 2026
Dipublikasi
2 menit
Waktu baca
76
Views

Industri Fashion Indonesia sedang menemukan jalan baru lewat layar ponsel. E-commerce kini bukan sekadar etalase digital, tetapi cara baru bagi penjahit, konveksi, dan pabrik tekstil menjangkau pembeli secara langsung. Dua tokoh industri asal Jawa Barat menyuarakan perubahan ini: Nandi Herdiaman, Ketua Umum Ikatan Pengusaha Konveksi Berkarya (IPKB), dan Ian Syarif dari Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API).


Kedua tokoh ini paham betul tekanan yang dihadapi pelaku usaha. Nandi menyebut sejak 2022 banyak anggota IPKB terpaksa menghentikan usaha karena kalah bersaing dengan produk impor murah, baik di pasar online maupun offline. Meski begitu, ia menegaskan pihaknya tidak anti impor dan meminta pemerintah memperhatikan produk lokal agar keduanya bisa berjalan beriringan. IPKB juga sudah lebih dulu bergerak: organisasi ini membekali anggotanya berjualan online dan menggandeng marketplace agar pelaku konveksi tetap bertahan di era digital.


Sementara itu, Ian Syarif, yang memimpin API Jawa Barat dan kini menjabat Wakil Ketua Umum API, melihat kunci menghadapi peredaran produk ilegal ada pada disrupsi rantai pasok. Dengan dukungan TikTok Indonesia, pelaku fesyen dalam negeri kini dapat menembus pasar langsung ke tangan pembeli, tanpa melewati rantai perantara dan pedagang yang panjang. Hasilnya adalah produk jadi yang kualitasnya lebih baik sekaligus harganya lebih terjangkau bagi konsumen. 


Di tengah situasi itu, kami mengapresiasi TikTok Indonesia atas kolaborasi keanggotaan secara masif dan program TikTok Academy yang mengajarkan pelaku usaha berjualan secara digital. Pelatihan ini tidak hanya mendigitalkan industri fesyen. Ia juga memberi pelaku usaha dalam negeri senjata untuk menghadapi gempuran produk ilegal dan produk murah yang kian merajalela.


Kuncinya ada pada dua strategi: siaran langsung (live streaming) dan sistem pre-order. Lewat live streaming, pengusaha bisa menunjukkan bahan, jahitan, dan kualitas produk secara transparan, sehingga pembeli bisa membandingkan langsung barang lokal yang bermutu dengan barang murah yang tak jelas asalnya. Sistem pre-order membuat produksi mengikuti pesanan nyata. Stok tidak menumpuk, modal kerja lebih terjaga, dan pelaku IKM tidak perlu terjebak perang harga yang tidak sehat.


Jika dijalankan serentak, kami memperkirakan langkah ini dapat melahirkan wirausaha baru dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat Jawa Barat, mulai dari penjahit, pengawas mutu, tim pengemasan, hingga host live dan kreator konten. Digitalisasi memang bukan pengganti perlindungan pasar domestik. Namun bersama dukungan pemerintah yang menjaga persaingan tetap adil, e-commerce bisa membuat label "buatan Indonesia" kembali menjadi pilihan utama bangsanya sendiri.


0 suka 0 bookmark 0 share

BAGIKAN

Diskusi (0)

Bagikan pemikiran dan tanya jawab tentang artikel ini.

Login untuk bergabung dalam diskusi.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Akses Terbatas

Silakan masuk ke akun Anda atau mendaftar gratis untuk berinteraksi (menyukai, menyimpan, berkomentar) dengan konten eksklusif kami.

ARTIKEL TERKAIT

Lanjut baca.

Impor Ilegal Harus Ditindak, Tapi Produk Impor Legal Murah Juga Harus Dikendalikan
Industri
05 Oct 2026 3 mnt baca 189 views 0 komentar

Impor Ilegal Harus Ditindak, Tapi Produk Impor Legal Murah Juga Harus Dikendalikan

IPKB meminta pemerintah tidak hanya memberantas impor pakaian ilegal, tetapi juga memperhatikan produk impor legal berharga murah yang menekan IKM konveksi. Nandi Herdiaman mendorong koordinasi Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, dan Bea Cukai untuk menciptakan kebijakan impor yang adil serta melindungi produsen dalam negeri dan ekosistem tekstil nasional.

PKB: Selama Ini Negara Hanya Punya Kurikulum Pabrik, Belum Punya Kurikulum IKM Padat Karya
Industri
04 Oct 2026 2 mnt baca 326 views 0 komentar

PKB: Selama Ini Negara Hanya Punya Kurikulum Pabrik, Belum Punya Kurikulum IKM Padat Karya

IPKB menilai pemerintah selama ini lebih banyak menyiapkan kurikulum untuk pabrik garmen, belum untuk karakter IKM konveksi yang padat karya dan mengerjakan produk secara utuh. Dengan jumlah IKM mencapai 99,79% industri, IPKB mendorong pemerintah membangun Kurikulum IKM Konveksi yang berorientasi pada keterampilan usaha dan penciptaan lapangan kerja. IPKB juga mengusulkan kerja sama sebagai Bapak Asuh Kurikulum IKM serta penerapan regulasi berjenjang.

PERNYATAAN RESMI IPKB - UCAPAN SELAMAT KEPADA MENTERI PERINDUSTRIAN RI
Industri
02 Oct 2026 3 mnt baca 280 views 0 komentar

PERNYATAAN RESMI IPKB - UCAPAN SELAMAT KEPADA MENTERI PERINDUSTRIAN RI

IPKB menyampaikan harapan agar kebijakan TPT lebih memperhatikan IKM hilir yang padat karya. IPKB mendorong regulasi berjenjang, perlindungan pasar domestik dari impor ilegal, revitalisasi sentra industri, kurikulum berbasis kebutuhan IKM, serta insentif untuk sektor hilir. IPKB juga siap menjadi mitra pemerintah dalam pendataan IKM, fasilitasi legalitas, sertifikasi halal, dan perlindungan tenaga kerja.

Pencarian Terakhir

Populer Minggu Ini

Tidak ada hasil ditemukan

Tidak ada hasil untuk "". Coba kata kunci lainnya.