Daya Saing IKM Sangat Bergantu...
Daya Saing IKM Sangat Bergantung pada Kemitraan dan Pasokan Bahan Baku

Daya Saing IKM Sangat Bergantung pada Kemitraan dan Pasokan Bahan Baku

Ketua Umum IPKB, Nandi Herdiaman, menegaskan bahwa daya saing IKM konveksi bergantung pada kemitraan industri dan ketersediaan bahan baku. IPKB mendorong pemerintah memperkuat rantai pasok tekstil nasional, bukan menutup kekurangan bahan baku dengan impor pakaian jadi. Empat prioritas yang diusulkan meliputi penguatan rantai pasok, regulasi pro-daya saing, kurikulum pelatihan sesuai kebutuhan IKM, serta pelatihan di sentra industri untuk memperkuat tenaga kerja dan lapangan kerja lokal.

Andi Rohandi
Andi Rohandi
Penulis
28 Oct 2026
Dipublikasi
3 menit
Waktu baca
222
Views

Hal ini disampaikan Ketua Umum Ikatan Pengusaha Konveksi Berkarya (IPKB) Nandi Herdiaman mengutip hasil kajian Bahan Baku & Daya Saing IKM TPT Indonesia.


"Selama ini orang kira IKM itu berdiri sendiri. Faktanya tidak. IKM umumnya bekerja sama dengan Industri Besar dan Sedang untuk memperoleh bahan baku dan menjalankan pesanan. Kami tidak bisa hidup tanpa industri besar


Pola kemitraan tersebut dijelaskan dalam skema: IKM/KONVEKSI yang fokus pada produksi, keterampilan, kualitas, dan ketepatan waktu, bermitra dua arah dengan INDUSTRI BESAR & SEDANG sebagai mitra bahan baku, spesifikasi, dan kesinambungan pesanan, untuk kemudian hasilnya mengalir ke PASAR sebagai produk jadi yang memenuhi kebutuhan pembeli.


"Jadi IKM itu hilirnya industri besar. Kalau hulunya seret bahan baku, hilirnya pasti mati," tegas Nandi.


Jangan Tutup Kekurangan Bahan Baku dengan Impor Baju Jadi


Poin paling penting dari riset tersebut, menurut Nandi, adalah soal solusi bahan baku.


Jika bahan baku dinilai belum mencukupi, prioritas solusi adalah perkuat rantai pasok TPT nasional — bukan hanya menutup kekurangan melalui impor barang jadi yang tidak berfungsi sebagai bahan baku.


"Ini tamparan keras untuk kebijakan impor selama ini. Kalau pabrik kain kekurangan benang, solusinya datangkan benang, bukan datangkan baju jadi impor Rp 10.000 yang langsung bunuh IKM kami. Baju jadi impor tidak berfungsi sebagai bahan baku, tapi berfungsi sebagai pembunuh IKM," kata Nandi.


Nandi mendukung penuh rencana pemerintah membentuk BUMN Tekstil sebagai upaya penguatan rantai pasok TPT nasional di hulu.


Empat Dukungan Pemerintah yang Diminta IKM


Riset tersebut juga merumuskan Empat Dukungan Pemerintah untuk IKM yang Lebih Tangguh. Menurut riset, penguatan IKM perlu berjalan seiring dengan pengamanan rantai pasok dan peningkatan kompetensi tenaga kerja.


Keempat dukungan tersebut adalah:


1. Pengamanan & Penguatan Rantai Pasok

Pastikan ketersediaan bahan baku dan dorong pemanfaatan impor sesuai kebutuhan produksi. Jangan impor baju jadi.


2. Regulasi Pro-Daya Tahan dan Daya Saing

Bangun kepastian usaha, kemitraan yang sehat, dan ruang tumbuh bagi IKM. Jangan biarkan IKM adu jotos dengan barang impor ilegal di e commerce dan Tanah Abang.


3. Kurikulum Sesuai Kebutuhan Industri

Selaraskan materi pelatihan dengan kebutuhan saat ini serta perkembangan teknologi dan pasar masa depan. Ini yang selama ini IPKB teriakkan: *Jangan cetak SDM pabrik besar untuk IKM. Beda spesies.*


4. Tempat Pelatihan Dekat Sentra Industri

Perluas akses upskilling/reskilling agar pekerja dapat berlatih tanpa terpisah jauh dari pusat industri. Jangan pelatihan di kota, tapi di gang sentra. Rekrut Lokal, Latih Lokal, Kerja Lokal.


 Indonesia Paling Lengkap di Asia Tenggara


Indonesia memiliki ekosistem TPT yang terintegrasi dan sangat lengkap di Asia Tenggara; penguatannya perlu diprioritaskan agar nilai tambah dan lapangan pekerjaan tumbuh di dalam negeri.


"Ini modal kita. Dari serat, benang, kain, sampai baju jadi, kita punya semua. Tidak ada di Vietnam, tidak ada di Bangladesh. Mereka hanya punya jahitnya saja. Kita punya hulunya. Sayang kalau ekosistem terlengkap ini dihancurkan hanya karena kita malas perkuat rantai pasok dan malah pilih impor baju jadi," tutup Nandi.

0 suka 0 bookmark 1 share

BAGIKAN

Diskusi (2)

Bagikan pemikiran dan tanya jawab tentang artikel ini.

Login untuk bergabung dalam diskusi.

H
Hendrawan 1 hari yang lalu
Klw boleh ada berbagai suplayer atau pabrik dan jenis bahan yg di produksi nya, untuk mempermudah mencari bahan untuk produksi

Laporkan komentar ini jika melanggar ketentuan komunitas:

H
Hendrawan 1 hari yang lalu
Bagus

Laporkan komentar ini jika melanggar ketentuan komunitas:

Akses Terbatas

Silakan masuk ke akun Anda atau mendaftar gratis untuk berinteraksi (menyukai, menyimpan, berkomentar) dengan konten eksklusif kami.

ARTIKEL TERKAIT

Lanjut baca.

IKM PENYERAP TENAGA KERJA TERBESAR, TAPI PULUHAN TAHUN TAK PERNAH DAPAT KURIKULUM SDM YANG COCOK
Industri
21 Oct 2026 3 mnt baca 464 views 0 komentar

IKM PENYERAP TENAGA KERJA TERBESAR, TAPI PULUHAN TAHUN TAK PERNAH DAPAT KURIKULUM SDM YANG COCOK

Ketua Umum IPKB, Nandi Herdiaman, menyoroti ketidaksesuaian kurikulum pelatihan menjahit pemerintah dengan kebutuhan IKM konveksi yang padat karya. Jika pabrik membutuhkan penjahit spesialis, IKM membutuhkan tenaga kerja yang mampu membuat pakaian secara utuh. IPKB mengusulkan Sekolah IKM Konveksi dengan kurikulum whole garment, instruktur berpengalaman, dan pelatihan berbasis kebutuhan sentra industri agar mampu mengatasi kekurangan tenaga kerja terampil dan memperluas lapangan kerja.

FAKTA LAPANGAN IKM: MAU BANGKIT TAPI TERJEPIT
Industri
12 Oct 2026 2 mnt baca 74 views 0 komentar

FAKTA LAPANGAN IKM: MAU BANGKIT TAPI TERJEPIT

IKM konveksi menghadapi tantangan berupa order tidak stabil, keterbatasan modal, dampak pandemi dan impor ilegal, serta kekurangan tenaga kerja terampil. Ketua Umum IPKB, Nandi Herdiaman, mendorong pemerintah turun langsung ke sentra IKM. IPKB mengusulkan pemutihan BI Checking bagi IKM terdampak, akses modal kerja tanpa agunan, serta kurikulum pelatihan khusus IKM konveksi untuk memulihkan usaha dan membuka lapangan kerja.

Dari Sentra Konveksi ke Layar Ponsel: E-Commerce Mendigitalkan Fesyen Indonesia
Industri
08 Oct 2026 2 mnt baca 414 views 0 komentar

Dari Sentra Konveksi ke Layar Ponsel: E-Commerce Mendigitalkan Fesyen Indonesia

Digitalisasi e-commerce membuka peluang baru bagi industri fesyen Indonesia, khususnya penjahit dan IKM konveksi, untuk menjangkau konsumen secara langsung. IPKB mendorong pemanfaatan marketplace, live streaming, dan sistem pre-order agar pelaku usaha dapat meningkatkan daya saing, menjaga modal, dan mengurangi risiko stok. Kolaborasi digital juga berpotensi menciptakan wirausaha baru serta lapangan kerja di Jawa Barat, sekaligus memperkuat pilihan konsumen terhadap produk buatan Indonesia.

Pencarian Terakhir

Populer Minggu Ini

Tidak ada hasil ditemukan

Tidak ada hasil untuk "". Coba kata kunci lainnya.